Menjelajahi Hutan Hujan Tropis dan Sungai Sekadau: Sisi Lain Kalimantan Barat
Sembilan jam berkendara dari Pontianak, Sekadau menyimpan hutan hujan tropis yang masih lebat dan sungai panjang yang menjadi jalur hidup warganya.
Poin Penting
- Kabupaten Sekadau beribu kota di Kecamatan Sekadau Hilir, Provinsi Kalimantan Barat.
- Pada semester pertama 2025, jumlah penduduk Sekadau sebanyak 227.055 jiwa.
- Sungai Sekadau merupakan anak Sungai Kapuas yang membelah kabupaten ini dari hulu ke hilir.
- Akses darat utama dari Pontianak memakan waktu delapan hingga sepuluh jam perjalanan.
- Ekonomi setempat bertumpu pada perkebunan karet, kelapa sawit, dan pertanian skala kecil.
Pagi di Tepi Sungai Sekadau
Kabut tipis masih menggantung di atas permukaan air ketika perahu motor milik warga melintas di Sungai Sekadau. Seorang nelayan bernama Pak Rudi menarik jaring di dekat Desa Merbang, Sekadau Hilir. Ia sudah turun ke sungai sejak subuh. Hasil tangkapan hari ini tidak selalu melimpah, tapi cukup untuk membeli bahan bakar dan makan siang.
Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan di Kabupaten Sekadau. Dari hulu di perbatasan Kabupaten Sintang hingga bermuara ke Sungai Kapuas, warga memanfaatkannya untuk transportasi, mencari ikan, mencuci, dan mengairi sawah. Di tepian sungai, rumah-rumah panggung kayu ulin berderet mengikuti kontur tanah. Anak-anak berenang di sore hari sementara ibu-ibu mengasah parang di halaman.
Sekadau bukan kota besar. Ibu kotanya di Kecamatan Sekadau Hilir terasa seperti kota kabupaten yang tenang, dengan pasar tradisional yang ramai pada pagi hari dan jalanan yang sepi setelah maghrib. Penduduknya sebanyak 227.055 jiwa menurut data semester pertama 2025, tersebar di sebelas kecamatan.
Hutan yang Masih Berbisik
Keluar dari pusat kota, jalan aspal semakin sempit. Vegetasi di kiri kanan jalan berubah dari perkebunan sawit menjadi hutan sekunder, lalu hutan primer yang kanopinya rapat menutup langit. Di beberapa titik, pohon meranti dan ulin berdiameter lebih dari satu meter berdiri tanpa gangguan.
Hutan hujan tropis di Sekadau masih menyimpan keanekaragaman yang belum banyak diinventarisasi secara publik. Burung enggang kadang terlihat bertengger di dahan ketinggian. Bekicot hutan, kera ekor panjang, dan berbagai serangga aktif di malam hari. Suara jangkrik dan kodok rawa mendominasi malam di pinggir hutan.
Warga sekitar hutan umumnya bermata pencaharian sebagai petani karet atau pengumpul hasil hutan non-kayu seperti madu hutan dan rotan. Mereka mengenal jalur-jalur setapak yang menghubungkan kebun dengan dusun. Beberapa kelompok Dayak dan Melayu yang tinggal di pedalaman masih mempertahankan pola hidup bergantung pada hutan, meskipun tekanan dari perkebunan dan logging legal telah mengurangi wilayah hutan mereka dalam dua dekade terakhir.
Menuju Sekadau: Akses dan Persiapan
Jalur darat dari Pontianak menuju Sekadau melewati Kota Ngabang dan Mempawah. Perjalanan delapan hingga sepuluh jam ini melewati jalan provinsi yang sebagian sudah beraspal baik, namun tetap ada rusakan di beberapa segmen, terutama saat musim hujan. Bus antarkota dan kendaraan sewa melayani rute ini.
Bagi pengunjung yang datang dari luar Kalimantan Barat, Bandara Supadio di Pontianak adalah gerbang utama. Dari sana, sewa kendaraan pribadi atau naik bus menjadi pilihan. Penginapan di Sekadau Hilir tersedia dalam bentuk losmen dan hotel sederhana dengan harga relatif terjangkau. Fasilitas kesehatan dan ATM terbatas, sehingga membawa tunai secukupnya disarankan.
Musim kemarau antara Juni dan September adalah waktu yang lebih nyaman untuk menjelajah hujan dan sungai karena jalan setapak tidak becek dan arus sungai tidak terlalu deras. Namun, hutan hujan tropis di Sekadau tetap lembap sepanjang tahun. Nyamuk aktif di malam hari, jadi obat nyamuk dan pakaian tertutup adalah bawaan wajib.
Sering Ditanyakan
Berapa lama perjalanan dari Pontianak ke Sekadau?
Delapan hingga sepuluh jam perjalanan darat, tergantung kondisi jalan dan cuaca.
Bagaiimana kondisi jalan menuju Sekadau?
Jalan provinsi sudah beraspal di banyak titik, tetapi ada segmen yang rusak, terutama saat musim hujan.
Apa mata pencaharian utama masyarakat Sekadau?
Petani karet, pekebun kelapa sawit, nelayan sungai, dan pertanian padi skala kecil.
Apakah ada transportasi umum menuju Sekadau?
Bus antarkota dari Pontianak tersedia. Kendaraan sewa juga bisa dipesan di kota besar terdekat.