SSekadau Sorot
Kuliner Khas Dayak dan Melayu Sekadau

Kuliner Perpaduan Dayak-Melayu Sekadau: Warisan Rasa di Sepanjang Kapuas

Kuliner Sekadau memadukan tradisi Dayak dan Melayu di sepanjang Sungai Kapuas, dengan ikan sungai, sambal, dan teknik masak bambu.

Kuliner Perpaduan Dayak-Melayu Sekadau: Warisan Rasa di Sepanjang Kapuas

Poin Penting

  • Sekadau berpenduduk 227.055 jiwa per semester I 2025
  • Ibu kota Sekadau berada di Kecamatan Sekadau Hilir
  • Masyarakat Dayak dan Melayu hidup berdampingan di sekitar DAS Kapuas
  • Ikan sungai seperti patin dan baung menjadi bahan pokok sehari-hari
  • Teknik masak dalam bambu masih dipraktikkan di kampung-kampung tepi sungai

Pagi di Pasar Sekadau

Sebelum subuh, pasar di Sekadau Hilir sudah ramai. Nenek-nenek Dayak menjual ikan lais dan baung hasil tangkapan semalam dari Sungai Kapuas. Di seberang lapak, penjual Melayu mengoleskan sambal terasi ke panggang ikan patin. Dua tradisi dapur bertemu di sini, tanpa batas yang tegas. Tidak ada yang menyebut 'ini masakan Dayak' atau 'ini masakan Melayu'. Yang ada cuma 'lauk pauk'. Ikan bakar disantap dengan sambal jeruk nipis ala Melayu, sementara sayur daun ubi kuahnah diberi andaliman—bumbu khas Dayak yang getir di lidah. Di warung-warung kecil sepanjang jalan, nasi putih biasa disajikan bersama lalapan mentah dan sambal bawang yang pedasnya mengagetkan. Itu standar makan siang warga Sekadau, tanpa embel-embel.

Rasa yang Mengalir Bersama Kapuas

Sungai Kapuas bukan hanya sumber air. Ia juga sumber protein utama. Ikan patin, baung, lais, dan toman menjadi lauk harian. Cara mengolahnya beragam: dibakar dengan sambal, dimasak tempoyak—fermentasi durian yang asam dan menyengat—atau dimasukkan ke bambu dan dipanggang di bara. Teknik masak dalam bambu, dikenal dengan sebutan di masing-masing komunitas, masih hidup di kampung-kampung. Nasi yang dimasukkan ke bumbung bumbu dan ikan, lalu dibakar, menghasilkan aroma yang khas. Tidak ada resep baku. Setiap keluarga punya versi sendiri. Pengaruh Melayu terasa pada penggunaan santan dan rempah seperti serai dan lengkuas. Pengaruh Dayak tampak pada andaliman, daun kunyit, dan kebiasaan makan dengan lalapan. Keduanya menyatu dalam satu piring. Bubur pedas yang dikenal di Kalimantan Barat juga bisa ditemukan di Sekadau, meski versi lokalnya mungkin lebih sederhana—dibuat dari beras yang dimasak dengan kunyit dan diberi topping daun-daun serta abun ikan.

Makan Bersama, Budaya yang Bertahan

Di kampung-kampung tepi Kapuas, makan bukan sekadar mengisi perut. Ada kenduri, ada acara syukuran, ada kebiasaan berbagi lauk dengan tetangga. Saat ada hajat, warga Dayak dan Melayu masak bersama. Nasi besar, ikan bakar ukuran jumbo, sayur kasam—campuran sayur dan ikan asin yang difermentasi—disiapkan gotong royong. Tidak ada pembagian tugas yang kaku siapa masak apa. Yang penting, meja panjang diisi. Kue-kue kecil seperti lapis dan keripik pisang biasa tersedia, bukan sebagai hidangan utama, melainkan sebagai teman minum kopi sore. Kopi robusta lokal yang pahit dan pekat menjadi penutup. Warung kopi di Sekadau Hilir buka sampai larut. Penjualnya tak banyak bicara. Kopi disajikan, kue di piring, dan obrolan mengalir sendiri.

Yang Tidak Ada di Menu

Sekadau punya kuliner, tapi tidak punya restoran bertema 'fusion Dayak-Melayu'. Tidak ada chef terkenal yang menulis buku tentang ini. Tidak ada festival kuliner tahunan. Yang ada cuma kebiasaan turun-temurun yang berjalan tenang. Ikan sungai tetap diangkut dari sungai ke pasar pagi. Tempoyak tetap dibuat di dapur rumah. Sambal tetap diulek dengan cobek batu. Tidak ada klaim kepemilikan. Tidak ada sengketa resep. Yang ada cuma rasa yang mengalir bersama Kapuas—dari hulu sampai hilir, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tonton Video

Sering Ditanyakan

Apa ikan yang paling umum di masakan Sekadau?

Ikan patin, baung, lais, dan toman dari Sungai Kapuas menjadi bahan paling umum. Dibakar, dimasak tempoyak, atau dimasukkan bambu.

Apa yang dimaksud tempoyak?

Tempoyak adalah daging durian yang difermentasi, menghasilkan rasa asam dan aroma kuat. Digunakan sebagai bumbu masakan ikan di banyak daerah Kalimantan.

Apakah masakan Sekadau pedas?

Sebagian besar iya. Sambal jeruk nipis dan sambal terasi menjadi pelengkap tetap di meja makan. Tingkat pedasan bervariasi per rumah tangga.

Di mana bisa mencicipi masakan khas Sekadau?

Pasar pagi di Sekadau Hilir dan warung-warung kecil di sekitar jalan utama. Tidak ada restoran formal bertema kuliner khas—yang ada adalah dapur rumah dan lapak sederhana.